Yang online

Ada 0 users and 0 guests sedang online.

Survei

Sindikasi

Sindikasi isi

Login user

Navigasi

Komentar Terbaru

Laporan Langsung

Laporan pandangan langsung mengenai kondisi busway di lapangan ketika Anda menggunakannya beberapa saat lalu.

Judul LaporanWaktuPelapor
kondisi sangat buruk dan merugikan pelanggan 05.01.2009 - 13:00ade_budiman1971
Arogansi Petugas Tiket Terminal Kalideres 26.12.2008 - 06:12cikal
Penumpang Menumpuk, 7 Bus Kosong Lewat Tdk Mau Angkut 24.11.2008 - 18:30spyroz

Kebenaran dan Kebiasaan

Kebenaran dan kebiasaan adalah dua kata yang berbeda arti; yang tidak bersangkut paut satu dengan lainnya dan bahkan dalam kehidupan sehari-haripun jarang sekali saling disangkut-pautkan.

Tari Saman – kerjasama dan koordinasi (repost)

Untuk mengisi acara suatu Kick off meeting, duapuluh orang karyawan dan karyawati  suatu perusahaan berlatih menari Saman. Suatu tarian yang indah dari Aceh, seperti yang menjadi iklan salah satu provider telepon seluler di negeri ini. Yang istimewa dari para penari ini, mereka datang dari multi etnis: Bali, Sunda, Madura, Jawa, Batak, Tionghoa dan hanya seorang dari Aceh.

Parkiran di Halte Busway

Selain penyediaan feeder busway, tersedianya tempat parkir kendaraan yang sesuai di halte akan memudahkan pengguna mencapai halte asal/origin dan meneruskan perjalanan dari halte tujuan/destination.Untuk mengetahui kebutuhan dan minat pengguna busway akan tempat parkir ini, saya ingin mengadakan survey kecil di forum ini. 

Pengoperasian 6 Halte Tambahan di Koridor 3, 4 dan 5

Mulai tanggal 10 September 2008, 6 halte tambahan di Koridor 3,4&5 dapat digunakan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, yaitu :

Agent of Change

(dc: repost)

Menarik untuk mencermati posting  'Antar Koridor' nya bung Ismail dan tanggapannya oleh bung Putra. Menurut saya, motto Transjakarta: 'Tradisi Baru Bertransportasi' merupakan suatu proses yang masih berlangsung dan yang masih harus terus kita tumbuhkan dan sempurnakan.

Pendulum

Membaca berita-berita tentang dampak usaha pen-steril-an jalur busway yang dimulai lagi sejak kemarin mengingatkan saya pada perjalanan saya hari Rabu lalu. Kebiasaan saya, bila pulang agak malam, saya cenderung untuk menggunakan TiJe koridor II. Melewati halte Cempaka Timur, menjelang perempatan Cempaka Mas, bus TiJe yang saya gunakan, tiba-tiba berguncang dengan keras, oleng kekanan, kemudian oleng kekiri dan oleng kekanan lagi beberapa kali, sampai akhirnya bisa meluncur dengan tenang lagi mendekati lampu lalin yang berwarna hijau. Bermacam komentar yang keluar dari pengguna di dalam bus yang  merasakan guncangan yang cukup keras tersebut. Ada yang mengingatkan pramudi untuk lebih berhati-hati, ada pula yang mengumpat pemerintah karena kondisi jalur dan jalanan di Jakarta yang banyak berlubang. Keluhan-keluhan tersebut dapat saya maklumi karena pengguna merasa seperti dalam suatu pendulum; terombang-ambing di dalamnya. Sebentar kekanan, sebentar kekiri.