

Kemacetan terjadi bukan karena busway, tapi karena ketidakdisiplinan.. Bukan pula dari penuhnya kendaraan. Itu hanya alasan lama agar selalu ada proyek. Busway muncul untuk memindahkan penumpang kendaraan pribadi dan umum lainnya (yang kendaraan umum tersebut suka ngetem di tempat dilarang ngetem). Nah, itu tujuannya.
Jika kemudian Gubernur Fauzi Bowo mencampurkan jalur bus TransJakarta dengan kendaraan umum, apa gunanya lagi Busway tersebut? Dan bagaimana dengan rasa keadilan bagi pengguna Busway yang sudah membayar karcis untuk mendapatkan layanan bebas macet (yah terhambat disetiap perempatan adalah wajar). Jika Fauzi Bowo tetap bertekad mencampurkan jalur TransJakarta dengan kendaraan lain, berikan insentif lebih kepada pengguna Busway berupa penurunan harga tiket atau digratiskan sama sekali.
Kalo tindakan Gubernur Fauzi Bowo mencampurkan jalur bus tersebut untuk menghindari kemacetan parah, mengapa tidak dibuka saja jalan tol dalam kota untuk kendaraan lain (sepeda motor misalnya)? toh tujuannya sama, melancarkan lalu lintas. Tapi apakah tindakan itu benar?
Jika memang bertekad demikian, berarti saya pribadi akan menilai Gubernur DKI yang baru sangat mencla mencle dalam menjalankan kebijakan. Warga DKI butuh Gubernur yang kuat dan keras, bukan lembek dan penakut. Jika ada kendaraan parkir dipinggir jalan padahal terdapat dilarang parkir namun mengakibatkan macet, bukan jalur bus TransJakarta yang dibuka. Tapi kendaraan itu yang harus diderek.
Komentar Terbaru
1 minggu 20 jam yang lalu
2 minggu 2 hari yang lalu
8 minggu 1 hari yang lalu
8 minggu 5 hari yang lalu
11 minggu 3 hari yang lalu
13 minggu 3 hari yang lalu
13 minggu 3 hari yang lalu
13 minggu 4 hari yang lalu
15 minggu 6 hari yang lalu
16 minggu 2 hari yang lalu