

Dalam diskusi suatu forum untuk mengatasi kemacetan, muncul pendapat bahwa dengan menggantikan mobil dengan sepeda motor maka akan terjadi penghematan pemakaian ruas jalanan sampai 50%. Asumsinya dengan satu mobil yang berisi dua orang akan menempati luas 2mx3m = 6m2, sedangkan dengan dua sepeda motor hanya akan menempati luas 2×1mx1,5m = 3m2. Pendapat ini menurut saya tidak benar, tapi bagaimana mencoba menjelaskannya? Karena menurut saya, untuk kondisi tertentu penggunaan MRT jauh lebih effective dibandingkan dengan penggunaan mobil sedan apalagi bila dibandingkan dengan sepeda motor.
Nah, ketika beberapa saat lalu saya turun dari kantor saya di lantai 30 dengan menggunakan elevator. Saya merasa menemukan jawaban yang mungkin bisa menolong kita mengerti mengapa sebaiknya kita menggunakan sarana MRT. Saat saya memencet tombol lantai dasar, saya secara tidak sengaja membaca lagi tulisan di dalam elevator tersebut. Maximum capacity 1450 kg or 22 persons. Dan elevator biasa, yang sering saya pergunakan tersebut, berubah menjadi elevator yang mengagumkan. Bayangkan, lantai elevator seluas sekitar 1,75m x 1,75m tersebut mampu menampung 22 orang dan membawanya dari satu lantai ke lantai lain, dari lantai dasar sampai lantai 32. Hanya diperlukan 3,06 m2 untuk memindahkan 22 orang ! Bandingkan dengan barisan satu regu prajurit yang terdiri dari 22 orang. Satu barisan yang terdiri dari 3 deret dan 7 baris kebelakang (ditambah dengan Kopka/Serda sebagai komandannya) akan akan memerlukan lapangan seluas (3×0,90m) x (7×0,80m) = 15,12 m2 ! Dan luas lapangan yang diperlukan oleh barisan prajurit ini tidak bisa dikurangi (dipersempit). Bisa runyam jadinya; karena bila barisan itu bergerak, prajurit yang di depan bisa tersepak dan terpukul oleh prajurit dibelakangnya. Masih mending bila kecepatan dan panjang langkah anggota barisan tersebut sama, bila tidak, tentu akan lebih memanjang lagi barisannya.
MRT (rail, monorail, subway, BRT), seperti halnya dengan elevator, bisa membawa pengguna dengan lebih compact hanya dengan kehilang space yang relatif kecil di samping dan di depannya. Space yang dibutuhkan di depan MRT yang bergerak memang variabel. Dengan pertimbangan safety, semakin cepat pergerakannya semakin besar space yang diperlukannya. Tapi bagaimanapun space ini relatif lebih kecil dibandingkan dengan akumulasi space sejumlah kendaraan kecil yang setara daya angkutnya. Untuk kondisi tertentu penggunaan MRT jauh lebih effective.
Saya juga menyadari bahwa untuk kondisi yang lain, harus dilihat juga secara lain. Karena menggunakan MRT dengan kapasitas yang besar, bila penggunaannya jauh dibawah kapasitasnya, maka akan menimbulkan pemborosan juga. Misalkan: bus gandeng pada jalur yang tidak seimbang. Bisa-bisa mondar mandir membawa bangku kosong.
Karakteristik pengguna, O/D vs jam sibuk harus menjadi acuan untuk perencanaan kapasitas dan pemilihan moda MRT dengan tepat.
Salam (021808dc)
ga menjawab pertanyaan
"Pendapat ini menurut saya tidak benar, tapi bagaimana mencoba menjelaskannya? Karena menurut saya, untuk kondisi tertentu penggunaan MRT jauh lebih effective dibandingkan dengan penggunaan mobil sedan apalagi bila dibandingkan dengan sepeda motor. "
saya tidak melihat Anda menjawab / menjelaskan ketidaksetujuan anda terhadap asumsi penghematan ruas jalan yang didapat jika berpindah dari mobil ke motor, malah ngelantur ke MRT. saya juga setuju bahwa efisiensi tertinggi didapat dengan MRT, tapi tetap saja, Anda tidak menjelaskan masalah awalnya.
saya juga bingung dengan pernyataan Anda "penggunaan MRT jauh lebih effective dibandingkan dengan penggunaan mobil sedan apalagi bila dibandingkan dengan sepeda motor."
apa maksud dari kalimat ini mobil sedan lebih efisien daripada motor dalam penggunaan ruang? atau mungkin dalam hal lain ?
jika ya, coba tolong dijelaskan / dipaparkan perhitungan Anda soal mobil sedan lebih efisien dalam penggunaan ruas jalan daripada sepeda motor.
Sayang sekali artikel bagus tentang MRT ini, mengganggu pembacanya karena logika pembuka yang kurang koheren dengan pembahasannya.
Terima Kasih
Reggio, terimakasih sekali
Reggio, terimakasih sekali atas tanggapannya. Saya memang senang untuk menulis dengan sederhana dan lepas, jadi maaf kalau agak mengacaukan alur pikiran pembacanya.
Kalau boleh saya coba menjelaskan latar belakang tulisan ini. Pemicu tulisan ini adalah adanya anggapan bahwa sepeda motor selalu lebih efficien daripada mobil. Asumsi inilah ('selalu') yang menurut saya tidak benar. Makanya saya menggunakan kata 'untuk kondisi tertentu'. Itulah juga sebabnya tulisan ini tidak menunjukkan posisi menentang/menyetujui moda transportasi tertentu. Moda transportasi yang efficient adalah moda transportasi yang sesuai dengan kondisi/kebutuhan seperti yang tertulis di bagian penutup. Kalau mengenai MRT/BRT, itu juga karena kebetulan ini forumnya.
Mengenai pendapat bahwa mobil lebih effisien (penggunaan ruangnya) dari sepeda motor, itu dengan asumsi bila perbandinganya berdasarkan kapasitas maksimum mobil. Demikian juga halnya dengan pembandingan mobil dengan MRT/BRT. Karena selain ukuran (ruang) statis dari moda transportasi tersebut, juga dibutuhkan ruang/sela dinamis di antara alat transportasi/kendaraan tersebut saat bergerak. Ruang/sela dinamis ini merupakan ruang/sela keselamatan yang bertambah besar, seiring dengan bertambahnya kecepatan moda transportasi tersebut. Sekali lagi ini merupakan asumsi bila perbandingan jumlah pengguna sama dengan kapasitas moda angkutan yang lebih besar.
Have a nice week end (dc)
Halo, Mohon maaf ya kalo
Halo,
Mohon maaf ya kalo terkesan nantang/sok tahu, maksudnya cuma berdiskusi kok :)
Saya sangat tergelitik dengan statement Anda yang menyatakan mobil sedan lebih efisien daripada motor dalam penggunaan ruang.
"untuk kondisi tertentu penggunaan MRT jauh lebih effective dibandingkan dengan penggunaan mobil sedan apalagi bila dibandingkan dengan sepeda motor"
Di respons Anda, telah dijelaskan maksud 'kondisi tertentu' disini adalah bila mengasumsikan penggunaan kapasitas maksimum kendaraan2 tersebut.
Yang jadi masalah adalah saya tetap tidak melihat mobil sedan lebih efisien penggunaan ruangnya daripada motor bahkan jika diisi dengan kapasitas maksimumnya.
Mari kita melakukan perhitungan:
sedan vios, kapasitas maksimumnya 5 orang, dimensi p*l = 4.3 * 1.7 = 7.3 meter persegi.
motor yamaha scorpio, kapasitas maksimumnya 2 orang, dimensi p*l = 2.02 * 0.77 = 1.55 meter persegi
untuk mengangkut 10 orang, motor membutuhkan 7.75 m2
untuk mengangkut 10 orang, sedan membutuhkan 14.62 m2 (hampir 2x)
ini hanya ruang statisnya lho, sesuai teorinya bahwa kendaraan yang lebih cepat membutuhkan ruang dinamis lebih banyak (kita tahu sedan lebih cepat daripada motor) maka bisa dilihat bahwa sedan relatif lebih boros ruang daripada motor.
bukankah lebih tepat jika dikatakan "untuk kondisi tertentu penggunaan MRT jauh lebih effective dibandingkan dengan penggunaan sepeda motor apalagi bila dibandingkan dengan mobil sedan"
bagaimana menurut anda ? jika ada perhitungan yang bisa membuktikan penggunaan mobil sedan lebih efektif daripada motor dalam kapasitas maksimum, mohon di-sharingkan.
Terima Kasih
*untuk spesifikasi kendaraan yang dipakai,
http://www.toyota.co.id/cars/dimension/?Model=Vios
http://www.yamaha-motor.co.id/ymh.content.products.details.asp?rid=4
Post new comment