

Mungkin kita semua sudah pernah merasakan ditolak masuk bus busway walaupun bus tersebut belum penuh bahkan masih kosong melompong. Dan kelihatannya hal ini merupakah sesuatu yang membuat sebagaian besar calon penumpang busway terheran-heran dan bahkan bercetus kesal.
Fenomena ini bukan baru terjadi akhir-akhir ini, tetapi penolakan ini memang sudah berlangsung sejak awal beroperasinya busway. Tetapi sampai saat ini saya belum bisa mengerti apa alasan pihak busway menjalankan kebijakan menolak penumpang seperti ini? Ada yang tahu? Apakah kebijakan ini masuk akal? Ada yang punya info atau pendapat?
Mungkin juga suaratransjakarta bisa membuka polling tentang setuju atau tidaknya penolakan terhadap penumpang yang ingin menaiki bus busway yang masih kosong tersebut.
think!
Apakah anda tidak pernah berpikir, atau terlintas di pikiran anda, bahwa terminal di depan anda juga ramai, bahkan lebih ramai dari terminal tempat anda ditolak tersebut?
Kalau dari halte-halte awal sudah penuh, kasihan yang di halte-halte berikutnya toh.
Masa sampeyan sudah melihat fenomena ini dari awal tapi masih belum mengerti juga sebab musababnya.
Maaf, mungkin anda sekadar tipikal orang Indonesia yang belum berpikir maju ke depan alias bodoh.
Kalo kita mau jadi bangsa yang maju, lihat nya dari sisi orang lain juga pak.
...
tapi biasa kalo naek dr halte jelambar kan halte brikutnya lsg halte harmoni gak ada halte2 lainnya,tapi petugasnya tetep masukkin penumpangnya dikid padahal masih banyak tempat kosong.emg parah tuh petugas.
Keluhan untuk pengguna mobil pribadi masuk busway
Saya memang bukan pelanggan busway, tetapi saya mau berkeluh kesah kepada pengguna mobil pribadi atau umum atau motor yang masih bersikeras menggunakan jalur bus way.
Perjalanan ke kantor saya menggunakan kendaraan plat hitam, dari depok-ragunan-warung buncit-warung jati-pancoran.
Ketika keluar dari lamer ragunan simatupang, kendaraan non-busway pada masuk ke jalur busway, kadang disuruh polisi kadang ga. (gimana si pak pol?) Alhamdulillah sayah mah walau disuruh, tetap menggunakan jalur biasa, karena aturan adalah aturan!.
Sayang beribu sayang, yang masuk jalur busway banyak, (sering buswaynya terhambat) lalu di ujung lamer mangga besar pada keluar atau dikeluarin dari jalur busway, jadinya.... saya yang berusaha ikutin aturan, malah kena imbasnya yakni macet karena kendaraan / mereka yang telah masuk pada keluar jalur lagi (baca: memotong)..... Tidak adil...!
Tetapi pada waktu dulu, pernah juga yang maksa masuk ditilangin ama pak polisi, tapi kadang dan sering ga. jadi terkesan tidak konsisten, "Ini teh boleh masuk jalur busway atau tidak sih..?!!" Kadang terasa tidak adil memang, kita yang telah bermacet ria karena ngikutin aturan, eh..... malah yang ga bener malah dapat "jalur by pass" lewat jalur busway, lalu menghambat jalan kita lagi..... hiks...
Artinya, kalo memang ga boleh ya.. ga boleh.... kalo boleh....???? ehmmm ngapain ada busway ya...?
Kadang fikiran "IDealis"-nya adalah : Pantas yah.. bangsa kita, walau dihuni oleh orang-orang pintar dan kaya, tetap saja begini... (ga tahu begini nya apa...) mungkin karena terlampau banyak "pelajaran TOLERANSI"... atau "...boleh lah dikit...." dll.....
Jadi tolong dong pak petugas, tegas-tegas sekalian deh.... jangan ada lagi toleransi. Kalo perlu tilang-tilangin aja (kalo memang melanggar)
Alhamdulillah saya berusaha untuk istiqomah, kendaraan yang biasa saya gunakan akan selalu menggunakan jalur yang seharusnya. Hormatilah pengguna busway, biar kita pengguna jalan yang lain dihormati juga... (atas dasar kebenaran).
Semoga uneg-uneg selama ini keluar deh....
terima kasih
salam
Amin .. saya sebagai salah
Amin .. saya sebagai salah satu pengguna busway koridor 6 sangat menghargai sikap bapak. Saya akan mendoakan semoga bapak selalu dilindungi dan diberkahi rahmat Allah SWT ..
Semoga banyak yang membaca tulisan ini dan menyadari bahwa masuk jalur busway tidak ada bedanya dengan pencuri yang mengambil sesuatu yang bukan haknya ..
Post new comment