Login user

Navigasi

Komentar Terbaru

Trimurti (harapan pada seorang pemimpin)

david_chyn's picture

cat: repost  

Karena saya bukan seorang ahli agama, maka saya ingin melihat Trimurti bukan dari sudut pandang agama/kepercayaan, tapi lebih melihatnya sebagai bagian dari budaya kepemimpinan..
Trimurti yang terdiri dari Brahma, Wisnu, Siwa dalam budaya Hindu dikenal sebagai dewa yang berperan penting dalam kehidupan; baik itu kehidupan makhluk hidup, alam semesta maupun kehidupan budaya itu sendiri.

Dewa Brahma dikenal sebagai dewa pencipta. Karyanya adalah menciptakan sesuatu yang baru, mengadakan sesuatu yang belum ada sebelumnya, memulai suatu kehidupan. Yang kedua adalah Dewa Wisnu. Dewa ini dikenal sebagai dewa pemelihara. Karyanya adalah melanjutkan karya yang telah dirintis oleh dewa Brahma. Ia adalah dewa yang memeliha alam dan segala isinya, ia memelihara kehidupan yang telah ada, menjaga kelangsungan segala sesuatu sehingga yang hidup tetap hidup, yang berjalan tetap berjalan dsb. Yang ketiga adalah dewa Siwa. Ia dikenal sebagai dewa pelebur atau dewa pemusnah. Karyanya adalah melanjutkan karya dewa Wisnu dengan memusnahkan ciptaan dewa Brahma. Ia memusnahkan segala suatu yang sudah usang, yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, situasi dan waktunya. Ia memberi ruang gerak bagi dewa Brahma untuk memulai menciptakan sesuatu yang baru lagi.

Jadi tampak di sini bahwa ketiga dewa ini,Trimurti, mempunyai hubungan yang sangat erat dalam perputaran kehidupan ini. Siklus kehidupan akan berjalan dan tetap berjalan karena peran mereka masing masing dalam keterkaitan dan dalam keseimbangan yang sempurna.

Menurut saya seorang pemimpin, apalagi yang harus memimpin Jakarta sebagai suatu kota yang mempunyai predikat bermacam-macam, yang mempunyai masyarakat yang beragam, yang mempunyai setumpuk persoalan yang kompleks, yang mempunyai segudang tantangan, yang sering menjadi barometer bagi kota-kota lain di negeri ini; haruslah seseorang pemimpin yang bijaksana. Menurut saya ia haruslah mempunyai kebijaksanaan seperti Trimurti.
Seperti Brahma, seorang pemimpin haruslah seorang yang inovatif, yang tidak pernah kehabisan ide-ide baru untuk kemajuan masyarakatnya. Seorang yang penuh inisiatif untuk memulai sesuatu yang baru. Seperti Wisnu, seorang pemimpin harus secara konsisten dapat memelihara hal hal yang telah dihasilkan pendahulunya. Ia harus dapat mempertahankan gerak kehidupan ekonomi, kehidupan sosial dan kehidupan budaya masayrakatnya. Seperti Siwa, seorang pemimpin mampu merubah hal-hal yang dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan waktu dan kondisi saat ini, dan berani untuk membuang hal-hal yang sudah usang. Seperti Trimurti, seorang
pemimpin adalah penggerak dari kehidupan tapi juga merupakan bagian dari kehidupan.

Jadi untuk Cagub-terpilih, harapan saya adalah : BERANI untuk MEMULAI, TEGAR untuk MELANJUTKAN, dan TERBUKA untuk PERUBAHAN.
Salam (082507 dc)

DODI's picture

PERBAIKI KUALITAS PELAYANAN

Untuk pihak2 yang berwenang menangai busway....
Klo Tidak adanya komitment untuk menangani busway baik ( kebersihan,kenyawanan,keamanan,ketepatan waktu ) baik didalam busway dan shelter.
Saya pesimis klo pengendara2 pribadi dan motor akan beralih ke busway.
Karena mereka pikir naik busway sama dengan dengan patas AC yang berdesak2 dan menunggu di shelter relatif lama.
Ditambah dengan macet....macet lagi.Pelanggaran jalur busway akan mengingatkan program RMB dimasa lalu....berakhir gagal.
Akankah busway gagal lagi...........?????? kedepannya?????

david_chyn's picture

Yang membedakan TiJe dengan

Yang membedakan TiJe dengan bus reguler bukan hanya busnya, tapi lebih pada kualitas layanannya. Kiranya BLU bisa tegar untuk memeliharanya dan lebih terbuka untuk memperbaikinya.

salam (dc) 

Guest's picture

Busway tidak akan berjalan

Busway tidak akan berjalan selama masih ada bus2atau angkot yang sejalan dengan busway. feeder cukup menghantar di UJUNG halte busway bukan ditengah2x trayek atau sepanjangnya. cara satu2nya untuk mendongkrak penumpang ya menghapus trayek bus2/ angkot yang sejalan dengan busway. dengan sendirinya busway memonopoli angkutan jakarta. penumpang banyak, bus banyak. begitu kan maunya pemda?

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <p> <br /> <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

Captcha
Maaf, Anda manusia atau spam bot?
Jika Anda manusia, tolong ketikkan kode yang muncul di bawah ini (case sensitive)
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.